Tampilkan postingan dengan label negara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label negara. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Februari 2009

OBJEK WISATA DI MESIR



Monumen-Monumen Firaun di Kairo



Piramid SakkaraPiramid ini dibangun oleh zoser, raja pertama dari dinasti ke III. Piramid ini terletak di daerah Sakkara, 27 km dari pusat Kairo.



Piramid Giza
Cheops


Piramid ini merupakan piramid terbesar di antara ketiga piramid yang berjejer. Dibangun oleh Cheops, raja dari dinasti ke IV. Piramid ini dibangun (2690 SM) di atas areal seluas 13 acre. Tinggi piramid ini semula 146 m., namun sekarang hanya berketinggian 136 m., disebabkan oleh erosi pada puncaknya. Jumlah batu-batunya sekitar 2,5 juta meter kubik.
Chevren


Piramid ini dibangun oleh Chevren, putra raja Cheops pada tahun 2650 SM. Tinggi piramid ini mencapai 136 m. Panjang setiap sisinya 214 m. Jumlah batu-batu pada piramid ini sekitar 2,2 juta meter kubik.
Menkaura


Piramid ini dibangun oleh Menkaura, putra Chevren. Dibangun pada tahun 2600 SM. Tingginya hanya 62 meter, panjang tiap sisinya yang dilapisi dengan granit hanya 104 m.
SpinxSpinx adalah Patung purbakala yang besar, berbadan singa dan berwajah manusia. Patung ini berukuran panjang 70 meter dan tinggi 20 meter. Sphinx dan ketiga piramid besar termasuk salah satu dari 7 keajaiban dunia.



Monumen-Monumen Islam


Masjid ‘Amr Bin ‘Ash

Masjid ini terletak di daerah Fustat (Misr al-Qadima, ibukota Mesir pertama), merupakan masjid pertama di Mesir sekaligus merupakan perguruan pertama yang aktif dalam menyampaikan dakwah Islam sampai abad ke IX M.



Masjid Ahmad Bin Toulun


Masjid yang terletak di daerah Sayidah Zainab ini merupakan masjid ketiga yang dibangun di Mesir. Masjid ini berbeda dengan masjid-masjid lainnya, di mana tangga untuk menuju ke menaranya terdapat di luar.



Masjid Al-Azhar

Masjid pertama yang dibangun oleh Dinasti Fathimiyyah. Terletak di tengah kota, tepatnya daerah Husein, Kairo. Bangunannya, terutama menaranya, sangat antik dan indah. Di samping menara, benda-benda berusia ratusan tahun lainnya adalah tiang-tiangnya yang menyejukkan, juga mimbar tempat khatib berkhutbah. Di samping dan belakang masjid terdapat bangunan Universitas Al-Azhar untuk bidang agama.



Masjid Al-Husain


Masjid ini termasuk salah satu masjid yang terluas di Kairo. Masjid ini pernah—bahkan sampai sekarang—dijadikan masjid Negara. Di dalam masjid ini terdapat makam Sayyidina Husein bin Ali bin Abi Thalib, cucu Nabi Muhammad Saw. dari Fatimah az-Zahra.



Masjid dan Sekolah Sultan Hasan

Masjid ini terletak di ujung jalan Qal’ah (Benteng). Dibangun oleh Sultan Naser Hasan bin Muhammad bin Qalawoon. Di samping sebagai tempat ibadah, masjid ini juga berfungsi sebagai sekolah 4 madzhab. Masjid ini mepunyai nilai-nilai arsitek Islam yang sangat langka.
Masjid, Sekolah dan Rumah Sakit QalawoonMasjid ini terletak di sudut utara kawasan pandai besi, dekat mesjid Al-Azhar. Masjid ini mempunyai kubah dan dinding yang dilapisi batu pualam serta ditata dengan mutiara dan bagian atasnya diukir dengan lapisan emas. Mihrabnya dilapisi dengan batu pualam. Kubahnya unik dan merupakan satu-satunya di Mesir.



Masjid Babul Zoewila dan Muayyad


Masjid Babul Zoewila ini terletak dekat Khan al-Khalili. Ia adalah pintu gerbang Kairo yang asli, dibangun pada tahun 1091 M. Di atas pintu gerbang tersebut dibangun dua menara yang dibangun pada tahun 1441 M. Masjid tersebut merupakan suatu kebanggaan dari zaman Mamluk dan menaranya termasuk salah satu menara yang termegah di Kairo.



Masjid Qait Bey


Masjid ini dibangun oleh Sultan Qait pada tahun 1474 M. Masjid ini juga mempunyai nilai-nilai arsitek Islam yang tinggi dengan menaranya yang megah, ukiran-ukiran pada kubahnya yang serasi dengan bagian-bagian lainnya.



Masjid Al-Azraq


(Biru)Masjid ini dibangun oleh Pangeran Sanqar al-Nasery pada tahun 1374 M. Masjid ini dinamakan masjid biru karena dindingnya dilapisi dengan ubin biru. Mimbarnya dilapisi batu pualam dan menaranya berbentuk silinder.



Masjid Alabaster (Mohammad Ali)

Terletak di Benteng Shalahuddin Ayyubi. Konstruksinya dimulai pada 1830 M. Dibangun dengan model Ottoman dengan kubahnya yang megah yang tingginya mencapai 52 meter. Dua buah menaranya yang megah berketinggian 82 meter dari dasar halaman masjid. Dari halaman masjid tersebut para pengunjung dapat melihat kota Cairo, sungai nil dan Piramid. Masjid ini dinamakan Masjid Alabaster karena dindingnya dilapisi dengan alabaster.
Benteng Shalahuddin AyyubiBenteng ini dibangun Shalahuddin Ayubi pada tahun 1183 M. untuk mengawasi kota Kairo dari bukit Mukattam. Di sekitar benteng ini terdapat beberapa peninggalan sejarah, seperti Masjid Alabaster, Masjid Sulaiman Pasha dan Dinding Yosep.



Masjid Imam Syafi’i

Masjid ini termasuk salah satu masjid tua di Kairo dengan kubahnya yang besar dan terbuat dari kayu. Di dalam masjid ini terdapat makam Imam Syafi’i, salah satu imam dari empat madzhab.
Khan KhaliliKhan Khalili terletak di dekat Masjid Husain, Al-Azhar. Nama Khan Khalili semula berasal dari nama Khan yang berarti tempat penginapan para pedagang. Penginapan-penginapan tersebut dimiliki oleh seorang pedagang muda bernama Khalili. Daerah ini sangat luas dengan dipenuhi gedung-gedung tua, serta toko-toko kecil. Di sepanjang lorong-lorongnya yang berkelok-kelok dipenuhi para pedagang barang antik dan souvenir khas Mesir, seperti kerajinan tangan dari kulit, kuningan, tembaga, kertas papyrus, ukiran-ukiran alabaster serta perhiasan seperti batu permata, batu cincin, emas dan perak.



Tempat Pertunjukan dan Museum di Kairo


-Cairo Tower
-Sound and Light
-Museum Nasional Mesir / Tahrir
-Museum Coptic
-Museum Islam
-Museum Militer
-Museum Mamalek
-Museum Kereta Kuda
-Cairo Opera House
-Museum Istana Manial
-Pharaonic Village
-Panorama Oktober
-Obyek Wisata di Alexandria
-Pantai
-Museum Permata
-Museum Romawi
-Museum Militer / Angkatan Laut
-Perpustakaan Terbesar dan Termegah
-Istana dan Taman Raja Faruq
-Taman el-Ma’mouria



Obyek Wisata di Luxor dan AswanMonumen-monumen dan patung-patung besar peninggalan zaman Fir’aun
-Bendungan Aswan
Obyek Wisata di Sinai-Bukit Thursina
-Tempat Mandi Firaun
-Tempat Mandi Ratu Cleopatra
-Benteng Mesir ketika melawan Israel
-Tempat ‘bersemedi’ Nabi Musa ketika menerima wahyu



Tempat Ziarah Tokoh Islam dan Pemerintahan



-Makam Imam Syafi’i
-Makam Rabi’ah al-Adawiyyah
-Makam Dzunnun al-Mishry
-Makam Ibn Athaillah Sakandary
-Makam Imam al-Badawi
-Makam Shahaby Abu Darda
-Makam Imam Waki’
-Makam Imam Laits
-Makam Imam Suyuthi
-Makam Abu Abbas al-Mursy
-Makam Raja Fahlevi dari Iran
-Makam Imam Husein bin Ali
-Makam ad-Dardiry
-Makam Luqman al-Hakim
-Makam Nabi Sholeh
-Makam Shahaby Abu Musa al-Asy’ari
-Makam Anwar Sadat
-Makam Raja Faruq []

Sejarah singkat Mesir


Sejarah peradaban Mesir membentang sejak tahun 3200 SM, melewati lima periode:
-Pharaonic (3200-332 SM), melewati 30 dinasti.
-Tahun 2628-2609 SM, Piramid Sakkara dibangun.
-Tahun 2549-2526 SM, Piramid Cheops dibangun.
-Tahun 2518-2493 SM, Piramid Chevren dibangun.
-Tahun 2488-2460 SM, Piramid Menkaura dibangun.
-Tahun 1391-1353 SM, Temple of Luxor dibangun.
-Hellenistic(332-30 SM).
-Tahun 323 SM, Kota Iskandariah dibangun.
-Tahun 282-246 SM, Pharaos Light House dibangun.
-Coptic (30 SM -642 M).
-Islamic (642 M -1914), melewati beberapa dinasti yaitu:
-Dinasti Thoulouniyah (868-905 M / 254-292 H).
-Dinasti Ikhshids (935-969 M / 323-358 H).
-Dinasti Fathimiah (969-1171 M /358-567 H). Dimasa ini didirikan Universitas Al-Azhar (21 Juni 972 M).
-Dinasti Ayyubiyah (1171-1250 M / 567-648 H).
-Dinasti Mamalik (1250-1517 M / 648-922 H).
-Dinasti Osmani (1517-1914 M). Dimasa ini Terusan Suez pertama kali dibuka (17 November 1869).
-Century Egypt (1914-sekarang):
-1914, Mesir menjadi propinsi Imperium Osmani, dijadikan sebagai protektorat Inggris.
-1922, Mesir memperoleh kemerdekaan terbatas dari Inggris, dan menjadi Kerajaan Konstitusional dengan Farouk sebagai rajanya.
-23 Juli 1952, Farouk digulingkan oleh Gamal Abdel Naser, Anwar Sadat dan Mohammad Naguib. Peristiwa ini dikenal dengan revolusi 23 Juli, yang kemudian dijadikan Hari Nasional Mesir.
-18 Juli 1953, Mesir menjadi Negara Republik, dengan Jenderal Mohammad Naguib sebagai Presiden.
-25 Februari 1954, Jenderal Mohammad Naguib digulingkan oleh Gamal Abdel Naser.
-23Juni 1954, Gamal Abdel Naser terpilih sebagai presiden.
-29 Oktober 1956, Inggris, Perancis dan Israel menyerang Mesir yang kemudian dikenal dengan Tripartit e Agression.
-Oktober 1970, Gamal Abdel Naser meninggal dunia dan digantikan oleh Anwar Sadat.
-6 Oktober 1973, Mesir dan Syria menyerang Israel hingga meraih kemenangan. Perang ini dikenal dengan perang 10 Ramadhan.
-September 1978, Penandatangan Kesepakatan Perdamaian Camp David Agreement.
-6 Oktober 1981, Presiden Anwar Sadat meninggal akibat penembakan.
-13 Oktober 1981, Mohammad Hosni Mubarak dilantik sebagai Presiden.

KOTA-KOTA DI MESIR

SISTEM PEMERINTAHAN

Mesir menganut Sistem Pemerintahan Republik sejak 18 Juni 1953 dengan seorang presiden sebagai kepala negara yang saat ini dijabat oleh Mohammed Hosni Mubarak dan perdana menteri sebagai kepala pemerintahan yang saat ini dijabat oleh Ahmed Nazif.

KONDISI SOSIAL MASYARAKAT

Masyarakat Mesir dikenal taat beragama, terutama penghayatan agama Islam sebagai agama mayoritas. Mereka juga terkenal dengan sifat pemaaf, pemurah dan hidup sederhana.
Interaksi masyarakat dengan Alquran sangat baik. Bacaan dan kajian Alquran dapat ditemui di banyak tempat.
Mesir kaya dengan para ulama dan sarjana dengan kapasitas keilmuan yang diakui di kalangan Internasional.
Budaya membaca dan menulis terlihat cukup maju. Setiap hari, selalu ada buku-buku baru yang terbit, meskipun tingkat buta huruf di Mesir masih cukup tinggi.
Masyarakat Mesir adalah masyarakat yang gandrung akan sepak bola. Tayangan sepak bola menjadi tontonan yang sangat disukai oleh sebagian besar masyarakat Mesir.
Pertunjukan Teatrikal (masrahiyyah) menjadi bagian budaya yang juga digemari berbagai lapisan masyarakat Mesir.
Sebagian masyarakat senang menghabiskan waktunya di maqha (kedai kopi/cafe) yang terdapat di seantero Kairo.
Masyarakat Mesir juga dikenal memiliki dan sangat menjaga ikatan kekeluargaan yang terjalin erat.
Para penyandang cacat tetap mendapat tempat dan perhatian yang layak dalam pergaulan dan kehidupan sosial. Masyarakat respect dan selalu membantu mereka yang cacat.[]